Tidak seperti lavender yang ditawarkan tukang kembang umumnya (menurut saya sih lavender-lavenderan, karena daunnya kalau digosok malah bau tengik), lavender yang saya tanam ini wanginya bukan main, padahal baru berdaun, belum berbunga. Wangi daunnya campuran antara wangi rosemary, kayu putih, dan wangi geranium. Ya sebut saja wangi lavender. Padahal baru daun, bagaimana wangi bunganya nanti. Lavender tahan terhadap kekurangan air, jadi kalau lupa nyiram beberapa hari atau ditinggal mudik lebaran, tidak tampak merana seperti tanaman herbs lainnya, seperti misalnya mint yang boros air.
Untuk membedakan hyssop silahkan perhatikan gambar di bawah ini:
Hyssop digunakan untuk pewarna minuman, juga dijadikan obat batuk/penyakit paru-paru. Penggunaan hyssop bisa ditelusuri sejak jaman Romawi dan tercatat penggunaannya dalam kitab-kitab suci dahulu.
Nah untuk penasaran dengan lavender, bisa diperhatikan bahwa secara struktur tanaman memang mirip tapi berbeda pada bentuk kumpulan bunganya.
Untuk bentuk daun dan tanamannya, english lavender tampak seperti di bawah ini , belum berbunga sih, doakan cepat berbunga ya. Nanti kalau sudah berbunga saya posting lagi fotonya, oh ya ini daunnya saja sudah wangi banget. Sekilas mirip daun rosemary.
Ini pohon rosemary, mirip kan? eh engga terlalu sih sebenarnya.

